Mengapa Pembelian Mesin Industri Bekas Aktif di India?
Daftar Isi
- Mengapa Mesin Bekas Bisa Terjual Mahal di India
- Regulasi Impor di India: Tidak Ada Batasan Tahun Produksi
- Regulasi Usia Mesin di Negara Asia Lain
- Latar Belakang Tingginya Permintaan Mesin Bekas di India
- Sistem Subsidi Juga Mendorong Permintaan Mesin Bekas
- Kesimpulan
- Jual Beli Mesin Bekas? Asset Bank Solusinya!
Anda mungkin pernah mendengar cerita seperti, “Mesin perkakas bekas bisa terjual dengan harga tinggi di India.”Hal ini sering menimbulkan pertanyaan, “Mengapa bisa begitu?”
Terlebih lagi, ketika mendengar bahwa bahkan mesin dengan tahun produksi yang sudah lama pun bisa dihargai tinggi, rasa penasaran pun semakin meningkat—“faktor apa yang memengaruhinya?”
Di sisi lain, tidak sedikit juga yang bertanya, “Apakah mesin lama memang bisa diimpor?” atau “Bagaimana dengan regulasinya?”
Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan secara mudah dipahami mengapa mesin industri bekas dapat terjual dengan harga tinggi di India, serta apakah terdapat pembatasan dalam ekspor-impor mesin lama, dengan membandingkannya dengan negara-negara Asia lainnya.
Mengapa Mesin Bekas Bisa Terjual Mahal di India
Pada praktiknya, India tidak menetapkan pembatasan impor yang seragam berdasarkan tahun produksi. Selama mesin masih dapat beroperasi, bahkan mesin yang sudah tua pun sering diimpor dan digunakan. Tidak jarang ditemukan peralatan berusia 30–40 tahun yang masih aktif digunakan.
Kelonggaran regulasi ini, ditambah dengan kebijakan pemerintah India, dianggap menjadi dasar yang mendorong pembelian mesin industri dengan harga relatif tinggi. Berikut penjelasannya secara bertahap.
Regulasi Impor di India: Tidak Ada Batasan Tahun Produksi
Berdasarkan Kebijakan Perdagangan Luar Negeri India (FTP), secara prinsip tidak terdapat pembatasan hukum terkait tahun produksi (usia mesin) untuk impor mesin industri bekas (barang modal).
Namun demikian, terdapat:
Penilaian praktis terkait sisa umur pakai (remaining useful life)
Pembatasan pada item tertentu
Kewajiban memenuhi standar lingkungan dan keselamatan
Artinya, dalam banyak kasus impor dimungkinkan selama memenuhi syarat tertentu. Penting untuk dipahami bahwa ini bukan berarti semua barang dapat diimpor tanpa syarat.
Referensi: Dokumen resmi DGFT P3
FTP2023 Chapter 02 (PDF)
Regulasi Usia Mesin di Negara Asia Lain
Vietnam
Pada prinsipnya, mesin harus berusia maksimal 10 tahun sejak produksi, namun terdapat pengecualian untuk beberapa mesin industri hingga 15–20 tahun.
Selain itu, meskipun melebihi 10 tahun:
Jika mesin sangat penting untuk keberlanjutan produksi di dalam negeri
Dan masih mempertahankan kinerja tinggi (misalnya ≥85% kapasitas desain)
Maka impor masih dimungkinkan melalui evaluasi khusus oleh Kementerian Sains dan Teknologi.
Referensi: Portal hukum resmi pemerintah Vietnam
Decision No. 18/2019/QĐ-TTg
Indonesia
Di Indonesia, impor mesin industri bekas diatur berdasarkan standar yang berbeda untuk setiap jenis barang. Dalam praktiknya, usia sekitar 20 tahun sejak produksi sering dijadikan acuan.
Selain itu:
Impor pada prinsipnya harus dilakukan oleh perusahaan manufaktur yang menggunakan mesin tersebut (end user)
Terdapat pembatasan bagi perusahaan importir
Akibatnya, perdagangan mesin bekas untuk tujuan komersial bebas cukup terbatas, dan lebih berfokus pada kebutuhan riil industri.
China
Di China, tidak terdapat batasan usia produksi yang seragam dalam hukum. Namun, berbagai standar regulasi secara efektif membuat impor mesin lama menjadi lebih sulit.
Mesin bekas diklasifikasikan sebagai “produk elektromekanis lama”, yang diawasi secara ketat.
Proses penilaian impor meliputi:
Klasifikasi dalam katalog (larangan, pembatasan, atau izin)
Pelarangan terhadap:Mesin dengan dampak lingkungan tinggi; Mesin dengan masalah keselamatan; Mesin dengan teknologi usang
Selain itu, mesin harus memenuhi berbagai inspeksi dan standar teknis. Jika tidak memenuhi syarat, maka tidak akan lolos proses impor.
Dengan demikian, di China keputusan impor tidak ditentukan oleh usia mesin, melainkan kesesuaian terhadap regulasi. Namun, secara praktik, mesin tua cenderung sulit memenuhi standar tersebut.
Referensi: Kementerian Perdagangan China (MOFCOM)
“Aturan Pengelolaan Impor Produk Elektromekanis Lama”
Latar Belakang Tingginya Permintaan Mesin Bekas di India
Salah satu faktor utama adalah kebijakan nasional Narendra Modi yang diluncurkan pada tahun 2014, yaitu Make in India.
Kebijakan ini mencakup:
Pelonggaran regulasi investasi asing (FDI)
Penerapan insentif berbasis produksi (PLI)
Akibatnya, investasi di sektor manufaktur meningkat signifikan.
Hal ini tercermin dalam peningkatan Indeks Produksi Industri (IIP), yang menunjukkan ekspansi sektor manufaktur di India dan peningkatan kebutuhan investasi peralatan.
Namun:
Mayoritas perusahaan di India adalah UKM (usaha kecil dan menengah)
Hanya sebagian kecil yang mampu membeli mesin baru yang mahal
Ditambah lagi:
Tidak adanya pembatasan usia dalam FTP
Harga mesin bekas yang jauh lebih terjangkau
Sehingga terjadi kondisi:
“Kebutuhan peralatan meningkat karena ekspansi manufaktur”
×
“Keterbatasan kemampuan membeli mesin baru”
Kombinasi ini secara alami meningkatkan permintaan terhadap mesin bekas di India.
Sistem Subsidi Juga Mendorong Permintaan Mesin Bekas
Sistem subsidi di India bertujuan mendorong investasi peralatan, namun berbeda dengan banyak negara lain:
Subsidi tidak diberikan sebagai jumlah tetap di awal
Umumnya berbasis kinerja (misalnya produksi atau penjualan), seperti skema PLI
Artinya:
Biaya investasi awal tetap harus ditanggung oleh perusahaan
Dalam kondisi ini, perusahaan memiliki insentif untuk menekan biaya awal, sehingga:
Mesin dengan biaya lebih rendah menjadi pilihan menarik
Mesin bekas menjadi salah satu opsi yang realistis
Kesimpulan
India tidak memiliki batasan usia mesin secara hukum, sehingga dibandingkan negara Asia lainnya, lingkungan untuk distribusi mesin industri bekas lebih terbuka.
Kebijakan Make in India yang dipromosikan oleh pemerintahan Narendra Modi, serta struktur ekonomi yang didominasi UKM, menjadi faktor utama yang menopang permintaan pasar mesin bekas.
Namun, perlu dicatat bahwa:
Impor mesin bekas tidak sepenuhnya bebas di negara mana pun
Harus memenuhi standar: Lingkungan; Keselamatan; dan Teknis
Mesin yang tidak memenuhi standar tersebut dapat ditolak untuk impor.
Oleh karena itu, dalam praktik ekspor-impor, sangat penting untuk:
Memahami spesifikasi dan penggunaan mesin
Memastikan kepatuhan terhadap regulasi terbaru di masing-masing negara
Berkonsultasi dengan ahli sebelum melakukan transaksi
Jual Beli Mesin Bekas? Asset Bank Solusinya!
Kami menyediakan layanan dukungan untuk jual beli mesin bekas dan peralatan presisi di Indonesia.
Jika Anda:
Sedang mencari mesin bekas
Ingin menjual mesin
Asset
Bank
