Chat Now --> -->

Cara Memilih Oli Pelumas untuk Mesin Perkakas|Penjelasan Lengkap tentang Jenis Oli dan Perbedaan Viskositas

Fajar yuta |

Pada mesin perkakas, oli pelumas memiliki peran penting dalam menjaga performa mesin dan memperpanjang umur pakainya.
Namun, bukan berarti semua oli pelumas bisa digunakan begitu saja. Setiap mesin dan peralatan memiliki kebutuhan performa yang berbeda, sehingga perlu dipilih oli pelumas yang sesuai dengan karakteristik masing-masing.

Sebagai contoh, sama seperti mobil diesel yang tidak boleh diisi bensin, penggunaan oli pelumas yang tidak sesuai pada mesin perkakas juga dapat menyebabkan penurunan performa, kerusakan, hingga memperpendek umur komponen.

Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan mulai dari pengetahuan dasar mengenai jenis dan perbedaan oli pelumas hingga cara memilih oli yang tepat untuk mesin perkakas, dengan sudut pandang praktis di lapangan.


Jenis Utama Oli Pelumas untuk Mesin Perkakas

Pada mesin perkakas, jenis oli pelumas yang digunakan berbeda-beda tergantung pada bagian penggunaannya.


① Oli Potong / Oli Mesin

photo_1

Oli ini digunakan pada proses seperti bubut, pemotongan, dan penghalusan, dengan cara dialirkan langsung ke titik pemotongan.
Terdapat jenis larut air (water soluble) dan tidak larut air (non-water soluble). Fungsinya adalah mendinginkan suhu tinggi yang timbul saat proses permesinanserta mengurangi gesekan dan keausan alat potong.

Selain itu, oli ini juga berfungsi membersihkan serpihan hasil pemotongan.
Penggunaannya biasanya dengan menyemprotkan oli langsung ke benda kerja selama proses permesinanberlangsung.


② Oli Poros

photo_2

Oli Poros adalah oli pelumas dengan viskositas rendah yang digunakan pada bagian poros utamamesin perkakas.

Umumnya digunakan pada bantalan berputar dengan kecepatan tinggi seperti pada mesin bubut, pemotongan, penghalusan, dan pusat permesinan, dengan fungsi sebagai berikut:

  • Melumasi bantalan     dan bagian yang berputar

  • Mengurangi gesekan dan keausan

  • Membantu menekan panas (pendinginan)

Dibandingkan oli mesin biasa, oli poros memiliki viskositas lebih rendah dan kemampuan mengalir yang lebih tinggi.

Penggunaannya berada di dalam mesin untuk melumasi poros dan bantalan. Berbeda dengan oli potong, oli ini tidak disemprotkan langsung ke titik permesinan, melainkan digunakan untuk melindungi dan melumasi poros putar internal.


③ Oli Rel Luncur (Way Oil)

photo_3

Oli Rel Luncur adalah oli pelumas yang digunakan pada meja dan rel pemandu mesin seperti pusat permesinandan mesin bubut.

Mesin perkakas harus bergerak secara lambat dan presisi.
Jika gerakannya tersentak atau tiba-tiba meluncur, maka presisi permesinan akan sangat terpengaruh.

Sebagai contoh, meja mesin melakukan akurasi posisi hingga ketelitian 0,01 mm atau bahkan lebih kecil lagi.

Namun, ketika logam saling bersentuhan langsung, gesekan menjadi besar sehingga mudah lengket atau tersendat saat bergerak.

Oli Rel Luncur membentuk lapisan oli yang stabil sambil mengurangi gesekan secara tepat, sehingga memungkinkan pergerakan halus dan presisi tinggi.

Dengan demikian, gerakan pengumpanan presisi hingga satuan mikron dapat tercapai.

Selain itu, Oli Rel Luncur memiliki karakteristik “tidak mudah terbawa oleh carian pendingin atau Oli potong”.

Saat proses permesinan, oli potong digunakan dalam jumlah besar sehingga oli biasa mudah terbilas.
Sebaliknya, Oli Rel Luncurmemiliki daya lekat dan ketahanan terhadap air yang baik, sehingga oli tetap menempel pada permukaan rel pemandu dan performa pelumasan dapat dipertahankan.


④ Oli Roda Gigi

photo_4

Oli Roda Gigi adalah oli yang digunakan untuk melumasi bagian roda gigi yang saling berkaitan.

Roda Gigi bekerja dengan kontak dan tekanan yang sangat besar.
Jika dijalankan tanpa pelumasan, logam akan saling bergesekan langsung dan menghasilkan panas tinggi akibat gesekan.

Akibatnya dapat terjadi masalah seperti:

  • Bantalan atau roda gigi mengalami macet terbakar.

  • Roda gigi aus

  • Roda gigi patah

  • Timbul suara abnormal dan getaran

Oli roda gigi membentuk lapisan oli pada permukaan roda gigi untuk mengurangi gesekan dan keausan sekaligus menekan panas.

Contoh penggunaannya antara lain:

  • Roda gigi penggerak ATC (Automatic Tool Changer) pada pusat permesinan

  • Roda gigi pengubah kecepatan poros pada mesin bubut NC

  • Kotak Roda gigi reduksi dan penggerak sekrup pada mesin cetak injeksi

  • Kotak Roda gigi dan peralatan transfer

⑤ Gemuk

Gemuk adalah pelumas semi padat yang dibuat dengan mencampurkan thickener seperti sabun ke dalam oli.

Dibandingkan oli cair, Gemuk memiliki viskositas lebih tinggi dan tekstur yang lengket.

Karena sifat tersebut, Gemuk cocok digunakan pada:

  • Area yang mudah menyebabkan oli mengalir keluar

  • Area yang ingin dipertahankan pelumasannya dalam jangka panjang

Contohnya adalah Bantalan di dalam poros motor listrik.

Karena bagian ini berputar dengan kecepatan tinggi, oli biasa mudah bocor sehingga sulit mempertahankan pelumasan.

Selain itu, Gemuk juga digunakan pada Sekrup Bola pada Pusat Permesinan dan rantai konveyor pada fasilitas pabrik.

Karena Gemuk mudah tetap berada di tempatnya, pelumas ini sangat cocok untuk pencegahan keausan dan pelumasan jangka panjang.


Perbedaan Berdasarkan Viskositas

Selain jenisnya, oli pelumas juga memiliki perbedaan berdasarkan viskositas.

Secara sederhana, ada oli yang sangat encer seperti air hingga yang sangat kental seperti madu. Tingkat viskositas yang tepat berbeda tergantung lokasi dan penggunaannya.

Sebagai contoh, pada poros yang berputar dengan kecepatan tinggi, diperlukan oli dengan viskositas relatif rendah agar hambatan dan panas dapat ditekan.

Sebaliknya, pada rel luncur dan roda gigi yang menerima beban tinggi, diperlukan oli dengan viskositas tinggi agar lapisan oli tetap terbentuk dengan baik.

Viskositas oli umumnya dinyatakan dalam “ISO VG (Viscosity Grade)”.

Semakin tinggi angka VG, semakin tinggi pula viskositas dan kekentalan oli tersebut.

Dalam praktik pemilihan oli, penting untuk memeriksa spesifikasi produk dan memastikan bahwa oli memenuhi persyaratan dari produsen.

Di sisi lain, terdapat kasus di mana spesifikasi mesin hanya mencantumkan jenis oli tanpa menyebutkan viskositas yang diperlukan.

Dalam kondisi seperti itu, sebaiknya jangan menentukan sendiri berdasarkan perkiraan. Sangat disarankan untuk menghubungi produsen dan memastikan baik jenis maupun viskositas oli yang sesuai.


Apakah “Menggunakan Oli Murah dan Sering Diganti” Itu Benar?

Sebagian orang mungkin berpikir:

“Daripada menggunakan oli mahal dalam jangka panjang, bukankah lebih baik menggunakan oli murah tetapi lebih sering diganti?”

Memang, penggantian berkala itu penting.
Namun, terdapat “perbedaan performa yang tidak bisa ditutupi hanya dengan frekuensi penggantian”.


Performa aditif Tidak Bisa Digantikan dengan Frekuensi Penggantian

Oli pelumas mengandung berbagai aditif seperti:

  • Aditif anti keausan

  • Aditif anti karat

  • Aditif anti busa

  • Penghambat oksidasi

Semakin tinggi kualitas oli, biasanya semakin baik oli dasar dan aditif yang digunakan, sehingga harganya pun cenderung lebih mahal.

Namun, perbedaan performa ini tidak dapat ditutupi hanya dengan meningkatkan frekuensi penggantian oli berkualitas rendah.

Mesin perkakas mengalami kenaikan temperatur oli saat beroperasi dalam waktu lama. Ketika viskositas menurun, lapisan oli yang diperlukan di antara logam tidak dapat dipertahankan dengan baik.

Akibatnya dapat terjadi:

  • Penurunan kemampuan mempertahankan oli film

  • Peningkatan keausan

  • Peningkatan panas

Khususnya pada bagian berputar dengan kecepatan tinggi atau peralatan dengan beban berat, perbedaan stabilitas viskositas ini dapat sangat memengaruhi umur mesin dan presisi permesinan.


Kesimpulan

Oli pelumas untuk mesin perkakas bukanlah sesuatu yang “semuanya sama”.
Memilih jenis dan viskositas yang tepat sesuai area penggunaan merupakan dasar untuk menjaga performa dan umur mesin.

Jika dirangkum kembali, kelima jenis oli yang telah dibahas memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Oli poros dengan viskositas rendah untuk bagian berputar cepat seperti poros

  • Oli potong / Oli mesin untuk pendinginan titik permesinan

  • Oli rel luncur untuk pergerakan alas luncur yang halus

  • Gemuk untuk area tertutup atau area yang sulit dilakukan pelumasan berkala

  • Oli roda gigi untuk bagian kotak roda gigi dengan beban tinggi

Selain itu, pemikiran bahwa “cukup menggunakan oli murah dan sering menggantinya” tidak sepenuhnya benar. Hal ini karena perbedaan performa additive seperti anti keausan, anti karat, dan penghambat oksidasi tidak dapat ditutupi hanya dengan frekuensi penggantian.

Jika ragu dalam menentukan oli, sangat disarankan untuk tidak mengambil keputusan berdasarkan perkiraan, melainkan menghubungi produsenguna memastikan viskositas yang tepat.

Pemilihan oli pelumas yang benar akan membantu menjaga stabilitas presisi permesinansekaligus memperpanjang umur peralatan.